Featured Contents

Sample Post 1

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. [...]

Sample Post 2

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. [...]

Sample Post 3

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. [...]

Sample Post 4

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. [...]

Latest Posts

0

Babylon Pro 8.0.5 (r7) Final - Multilingual

Kurnia Tompunu Selasa, 31 Agustus 2010

Babylon Pro 8 adalah solusi terjemahan yang sempurna dioperasikan hanya dengan satu kali klik pada mouse Anda. Cukup klik pada kata atau teks dalam aplikasi desktop dan mendapatkan hasil instan terjemahan ke dalam 75 bahasa. Terjemahan teks penuh, halaman Web dan dokumen komprehensif didukung oleh 31 bahasa. Semua fitur seperti integrasi ke dalam Microsoft Office menu ejaan, akses kontekstual, deteksi bahasa, mata uang dan konversi unit, dapat diakses tanpa mengganggu alur kerja Anda. Babel 8 hadir dengan kamus baru, termasuk update kamus Babel dan 17 judul baru Wikipedia judul. Anda dapat meningkatkan pengalaman kamus terjemahan Anda dengan konten premium dari penerbit yang diakui seperti Oxford, Britannica, Merriam-Webster, Larousse, Vox, Langenscheidt, Pons, dan Duden. Dengan Babel 8, pemahaman, membaca dan menulis dalam semua bahasa lebih mudah, cepat, dan lebih efisien daripada sebelumnya.

Versi 8.0 R20 fitur terjemahan halaman web penuh dan dokumen, integrasi ke dalam Microsoft Office ejaan, akses yang lebih mudah dan kamus baru.


Download Now: Babylon Pro V8.0.5 Full
read more “Babylon Pro 8.0.5 (r7) Final - Multilingual”
0

Tata Bahasa Inggris Software.

Kurnia Tompunu Senin, 30 Agustus 2010

Anda punya masalah dengan English Grammar? Pasti anda akan kesulitan dalam menulis dalam bahasa inggris yang baik dan benar. Hampir semua orang kesulitan untuk menulis yang baik dan benar dalam bahasa inggris.

WhiteSmoke merupakan solusi yang tepat untuk masalah anda, karena software ini dapat membantu anda untuk menulis dalam bahasa inggris dengan benar dan tepat. WhiteSmoke sangat cocok digunakan untuk pelajar, mahasiswa, maupun karyawan.


WhiteSmoke 2010 merupakan Software Grammar Checker terbaru yang dapat diandalkan, karena dapat memperbaiki tulisan anda dengan sangat baik.

Penggunaan WhiteSmoke sangat mudah, anda tinggal tulis kata - kata yang ingin di periksa, kemudian anda tinggal klik check, tunggu proses, kemudian anda akan melihat tulisan mana saja yang kurang tepat, software ini akan menunjunkan kalimat yang lebih tepat untuk digunakan.


WhiteSmoke juga dapat mengecek tulisan - tulisan anda pada email, word, notepad, dan masih banyak lagi. Anda tinggal block semua tuilsan kemudian anda tekan tombol F2 pada Keyboard.

Untuk menjadikan software ini full version, setelah anda install WhiteSmoke maka akan muncul window login, pada window ini jangan diisi apapun, tutup jendela tersebut.

Kemudian anda jalankan "WhiteSmokeRegistration.exe" yang telah saya berikan, kemudian masukan key yang sudah saya berikan juga, klik tombol continue. Jika berhasil maka akan muncul pesan "You have a license!"



Untuk informasi dan fitur lengkapnya anda bisa baca pada situs resmi WhiteSmoke.

Untuk mendownload WhiteSmoke 2010 General Writing Version silakan anda pilih & klik gambar di bawah ini
Download Now

VIA MEDIAFIRE VIA 4SHARED
read more “Tata Bahasa Inggris Software.”
0

Penggunaan GET, GOT, GOT/GOTTEN

Kurnia Tompunu Sabtu, 28 Agustus 2010
Verb GET sangat sering digunakan in daily life, khususnya in speaking. Dengan memahami pola-pola penggunaan GET dan maknanya masing-masing, kita akan dapat berkomunikasi dengan lancar.
Verb GET adalah kata kerja tidak beraturan. Secara berturut-turut, verb2 dan verb3-nya adalah GOT dan GOT atau GOTTEN. Di American English, verb3 GOT dan GOTTEN memiliki makna yang berbeda, seperti dibahas pada pola  4 dan 5 di bawah.
Pola-pola penggunaan GET adalah sebagai berikut:
  1. GET + NOUN
  2. GET + VERB3/ADJECTIVE
  3. GET + NOUN + VERB3/ADJECTIVE
  4. HAVE/HAS + GOT + NOUN
  5. HAVE/HAS + GOTTEN + NOUN
  6. GET + NOUN + INFINITIVE
  7. GET + GERUND
  8. GET + USED TO + GERUND
  9. GET + ACCUSTOMED TO + GERUND
  10. GET + PREPOSITION
Sekarang mari kita bahas pola-pola di atas satu per satu.

1. GET + NOUN

Kalau diikuti oleh noun, GET secara implisit bermakna “dapat/mendapat/mendapatkan”. Namun, secara eksplisit arti GET sedikit berubah tergantung dari tipe noun yang mengikutinya dan konteks kalimatnya.
a. GET = RECEIVE (mendapat/menerima)
  • She got many birthday presents.  (Dia mendapat/menerima banyak hadiah ulang tahun).
b. GET = TAKE (mengambil)
  • He went into his room to get a book for me.  (Dia masuk ke kamarnya untuk mengambil sebuah buku untukku).
c. GET = BUY (membeli)
  • I got this book at the bookstore across the street.  (Aku membeli buku ini di toko buku di seberang jalan).
d. GET = OBTAIN (memperoleh)
  • We can get a lot of information from the internet.  (Kita dapat memperoleh banyak informasi dari internet).
e. GET = EARN (mendapat)
  • Anita always gets high marks in English. (Anita selalu mendapatkan nilai tinggi di pelajaran bahasa Inggris).
f. GET = ARRIVE (tiba)
  • My brother usually gets home at 5 p.m. (Kakakku biasanya tiba di rumah jam 5 sore).
g. GET = UNDERGO (mengalami)
  • He got a severe concussion last year. Fortunately, he is fine now. (Dia mengalami gegar otak yang serius/parah tahun lalu. Untunglah dia baik-baik saja sekarang).
h. GET = CATCH (terkena/terjangkit) = SUFFER (menderita)
  • Many people get dengue fever in rainy season. (Banyak orang terkena/menderita demam berdarah pada musim hujan).
i. GET = CATCH =  CAPTURE = SEIZE (menangkap)
  • My neighbors got the thief when he was doing his action.  (Tetangga-tetanggaku menangkap pencuri itu pada saat dia sedang melakukan aksinya).
j. GET = PREPARE = FIX = MAKE (mempersiapkan/membuat)
  • Ms. Simatupang is getting dinner for her beloved husband.  (Nyonya Simatupang sedang mempersiapkan makan malam untuk suaminya tercinta). Question: Benarkah kalau digunakan Ms? Bukannya Mrs?
k. GET = DESTROY (merusak)
  • The flood got their houses.  (Banjir  itu merusak rumah-rumah mereka).
l. GET = CONTACT = (menghubungi)
  • Even though I will be far away from you, I will always get you by phone.  (Walaupun aku akan jauh darimu, aku akan selalu menghubungi kamu lewat telepon).
m. GET = MOVE (memindahkan)
  • Get me out of here. (Pindahkan/Keluarkan aku dari sini).
n. GET = FIND (mencari)
  • I will get him.  (Aku akan mencarinya).
o. GET = ANNOY (menjengkelkan) = IRRITATE (menggangu pikiran).
  • His remarks got me.  (Kata-katanya membuatku jengkel).
p. GET = PERSUADE (membujuk)
  • It’s hard to get my son to study.  (Sulit membujuk anakku agar (mau) belajar). Lihat pola 5.
q. GET = UNDERSTAND (mengerti)
  • Did you get what he said?  (Apakah kamu mengerti apa yang dia katakan?).
r. GET = HIT (mengenai) = WOUND (melukai).
  • One of the two bullets got the victim in his neck.  (Salah satu dari peluru itu mengenai korban di lehernya).

2. GET + VERB3/ADJECTIVE

Kalau diikuti oleh verb3 atau adjective, GET secara implisit bermakna “menjadi” (= be = become).  Secara eksplisit, GET tidak perlu diterjemahkan.  Namun, jika yang mengikutinya adalah verb3, maka dalam menerjemahkan verb3 tersebut kadang-kadang perlu diimbuhi awalan “ter” atau “di” , dan kadang-kadang tidak perlu. Hal ini tergantung dari konteks kalimatnya.
Contoh:
  • They got married in 2000. (Mereka kawin tahun 2000).
  • Many people get bored quickly when learning English. Do you? (Banyak orang cepat bosan ketika belajar bahasa Inggris. Apakah kamu (juga) cepat bosan?).
  • I got interested in learning English because I wanted to get a scholarship from a foreign university. (Aku tertarik belajar bahasa Inggris karena aku ingin mendapat beasiswa dari sebuah universitas asing).
  • SBY got reelected as the president of Indonesia. (SBY terpilih kembali menjadi presiden Indonesia).
  • Be careful when you walk across a street if you don’t want to get hit by a car. (Hati-hati ketika kamu menyeberangi sebuah jalan jika kamu tidak ingin tertabrak oleh sebuah mobil).
  • You look stressful. Go out and get laid! (Kamu tampak stress. Get laid = make love = have sex). !!! Maaf.  Contoh “get laid” ini tidak bermaksud menekankan pornografi.
  • He is emotionally unstable. He gets angry/mad very easily. (Emosinya tidak stabil. Dia gampang marah).
  • Stop saying that! I get sick of it. (Berhenti mengatakan hal itu. Aku muak mendengarkannya).

3. GET + NOUN + VERB3/ADJECTIVE.

Pola ini mirip dengan pola 2 di atas. Bedanya, verb3/adjective di pola 2 menerangkan noun yang posisinya sebagai subject kalimat, sedangkan di pola ini, verb3/adjective menerangkan NOUN yang posisinya sebagai object kalimat.
Contoh:
  • I got my hair cut yesterday. (Rambutku dipotong kemarin).
  • I wanted to get my hair shorter than this. (Aku ingin rambutku lebih pendek dari ini).
  • He got his wallet stolen on the bus this morning. (Dompetnya dicopet di bus pagi ini).

4. HAVE/HAS + GOT + NOUN

Dalam pola seperti ini, verb phrase “HAVE/HAS GOT” = POSSESS = HAVE = OWN yang artinya: “memiliki/mempunyai”. Walaupun menggunakan pola present perfect tense, makna dan waktu kejadian/action dari “mempunyai” adalah dalam present time (now). Pola ini tidak formal, namun sering sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Contoh:
  • I’ve got a dog, named Robby. (Aku punya seekor anjing, namanya Robby).
  • She’s got a new car now. (Dia punya sebuah mobil baru sekarang).
Sekali lagi, pola ini tidak formal. Jika anda malas ngomong, “HAVE/HAS”-nya juga dapat dihilangkan, dan tentu saja kalimatnya menjadi semakin tidak formal.
  • I got a dog, named Robby. (Aku punya seekor anjing, namanya Robby).
  • She got a new car now. (Dia punya sebuah mobil baru sekarang).

5. HAVE/HAS + GOTTEN + NOUN

Perhatikan perbedaan verb di pola ini dengan verb di pola 4 di atas. Di pola ini digunakan verb3 GOTTEN  dan maknanya berubah menjadi “membutuhkan” (= NEED = ACQUIRE).
Contoh:
  • I’ve gotten another dog to accompany Robby. (Saya butuh seekor anjing lagi untuk menemani Robby).
  • She’s gotten a new car because her old car has been sold. (Dia butuh sebuah mobil baru karena mobil yang lama sudah terjual).

6. HAVE/HAS + GOT + INFINITIVE

Jika diikuti oleh infinitive, “HAVE/HAS GOT” = MUST = HAVE TO  ( harus).
Contoh:
  • You’ve got to study harder. (Kamu harus belajar lebih giat).
  • He’s got to borrow some money to pay the tuition fee. (Dia harus pinjam uang untuk membayar SPP).
HAVE/HAS juga sering dihilangkan (sangat tidak formal) sehingga kalimatnya menjadi:
  • You got to study harder. (Kamu harus belajar lebih giat).
  • He got to borrow some money to pay the tuition fee. (Dia harus pinjam uang untuk membayar SPP).
Dan GOT TO sering disingkat menjadi GOTTA (sangat tidak formal).
  • You gotta study harder. (Kamu harus belajar lebih giat).
  • He gotta borrow some money to pay the tuition fee. (Dia harus pinjam uang untuk membayar SPP).

7. GET + NOUN + INFINITIVE

Di pola seperti ini, GET adalah sebuah causative verb. Artinya, subject kalimat menyebabkan object kalimat (apakah dengan menyuruh, menggaji, membujuk, atau dengan metode lainnya) melakukan action dari infinitive. NOUN yang dapat dijadikan sebagai object dari GET sebagai causative verb antara lain:  SOMEONE, SOMEBODY, NAME, atau OBJECT PRONOUN.
Contoh:
  • I will get someone to repair my laptop. (Aku akan dapatkan seseorang (dan menyuruhnya) untuk memperbaiki laptopku).
  • Andre always gets somebody to do his homework. (Andre selalu dapatkan seseorang (dan disuruhnya) untuk menggerjakan PR-nya).
  • My boss got Rene, the secretary, to write the report. (Bosku menyuruh Rene, si sekretaris, untuk membuat laporan).
  • The school’s principal got the students to clean the classrooms. (Kepala sekolah itu menyuruh murid-murid untuk membersihkan ruang-ruang kelas).
  • My brother got me to wash his car. (Kakaku nyuruh aku untuk mencuci mobilnya).
Dalam pola seperti ini, GET dapat diganti dengan HAVE dan makna kalimatnya tidak berubah. Dengan catatan, infinitive setelah object kalimat berubah menjadi verb1 (verb in simple form).
HAVE + NOUN + VERB1
Kelima contoh di atas dapat ditulis:
  • I will have someone repair my laptop.
  • Andre always has somebody do his homework.
  • My boss had Rene, the secretary, write the report.
  • The school’s principal had the students clean the classrooms.
  • My brother had me wash his car.

8. GET + GERUND

Jika diikuti oleh gerund (i.e. verb-ing), GET = START = mulai melakukan action dari gerund tersebut.
Contoh:
  • Let’s get moving. (Ayo kita mulai bergerak/beraksi).
  • I would like to get going now. (Aku mau pergi sekarang)
  • You should get studying English more seriously now. (Kamu seharusnya mulai belajar bahasa Inggris dengan lebih serius sekarang).

9. GET + USED TO + GERUND/NOUN

Pola ini bermakna “menjadi terbiasa” dengan action dari gerund (verb-ing) atau noun yang mengikutinya.
Contoh:
  • You will not like the winter at first, but you will gradually get used to it. (Kamu tidak akan suka musim dingin pada awalnya, tetapi lambat-laun kamu akan menjadi terbiasa dengan musim dingin).
  • Hi sir! Have you got used to the hot and humid climate of Indonesia yet? (Halo pak. Apakah anda telah menjadi terbiasa dengan iklim Indonesia yang panas dan lembab ini?)
  • They used to be rich. When their business collapsed, it was hard for them to get used to living without all those luxurious goods they used to have before. (Mereka dulu kaya. Ketika bisnisnya jatuh, sulit bagi mereka untuk menjadi terbiasa hidup tanpa barang-barang mewah yang dulu mereka miliki).
Verb phrase GET USED TO = BECOME ACCUSTOMED TO. Ketiga contoh di atas akan bermakna sama jika ditulis:
  • You will not like the winter at first, but you will gradually become accustomed to it. (Kamu tidak akan suka musim dingin pada awalnya, tetapi lambat-laun kamu akan menjadi terbiasa dengan musim dingin).
  • Hi sir! Have you become accustomed to the hot and humid climate of Indonesia yet? (Halo pak. Apakah anda telah menjadi terbiasa dengan iklim Indonesia yang panas dan lembab ini?)
  • They used to be rich. When their business collapsed, it was hard for them to become accustomed to living without all those luxurious goods they used to have before. (Mereka dulu kaya. Ketika bisnisnya jatuh, sulit bagi mereka untuk menjadi terbiasa hidup tanpa barang-barang mewah yang dulu mereka miliki).

10.  GET + PREPOSITION

Ekspresi dan idiom yang menggunakan verb GET sangat banyak. Expresi dan idiom tersebut dibentuk dengan menambahkan preposition (i.e. get + preposition). Pembahasan tentang ekspresi dan idiom ini akan dimuat dalam posting berikutnya. Stay tuned!
read more “Penggunaan GET, GOT, GOT/GOTTEN”
0

Perbedaan penggunaan “in order to” dengan “in order (that)”

Kurnia Tompunu
Beberapa pertanyaan yang masuk ke email saya menanyakan perbedaan penggunaan “in order to” dengan “in order (that)“. Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
In order to dan in order (that) sama-sama digunakan untuk mengekspresikan tujuan dan keduanya sama-sama berarti agar atau untuk. Namun demikian, penggunaannya dalam kalimat sangat berbeda.

A. Penggunaan “in order to”

In order to selalu diikuti oleh verb1, seperti terlihat pada formula berikut:
Subject + verb + object + in order to + verb1 + object…
In order to + verb1 + object, subject + verb + object
Contoh:
  1. We should study hard in order to pass the exam. (Kita harus belajar keras agar lulus ujian).
  2. Many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening in order to avoid traffic jam. (Banyak orang di Jakarta memutuskan untuk pulang kantor agak malam untuk menghindari kemacetan lalu lintas).
  3. He works very hard in order to be able to support his family. (Dia bekerja sangat keras agar dapat mensuport keluarganya).
Dengan menggunakan pola pada baris kedua, ketiga kalimat di atas dapat ditulis menjadi:
  1. In order to pass the exam, we should study hard . (Agar lulus ujian, kita harus belajar keras ).
  2. In order to avoid traffic jam, many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening . (Untuk menghindari kemacetan lalu lintas, banyak orang di Jakarta memutuskan untuk pulang kantor agak malam).
  3. In order to be able to support his family, he works very hard . (Agar dapat mensuport keluarganya, dia bekerja sangat keras ).

B. Penggunaan “in order (that)”

In order atau in order that selalu diikuti oleh clause (S + V), seperti terlihat pada formula berikut:
Subject + verb + object + in order (that) + subject + verb1 + object…
In order (that) + subject + verb1 + object, subject + verb + object
Contoh:
  1. We should study hard in order we pass the exam. Atau, We should study hard in order that we pass the exam. (Kita harus belajar keras agar kita lulus ujian).
  2. Many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening in order they avoid traffic jam. Atau, Many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening in order that they avoid traffic jam. (Banyak orang di Jakarta memutuskan untuk pulang kantor agak malam agar mereka terhindar dari kemacetan lalu lintas).
  3. He works very hard in order he is able to support his family. Atau, He works very hard in order that he is able to support his family. (Dia bekerja sangat keras agar dia dapat mensuport keluarganya).
Dengan menggunakan pola pada baris kedua, ketiga kalimat di atas juga dapat ditulis menjadi:
  1. In order we pass the exam, we should study hard . Atau, In order that we pass the exam, we should study hard. (Agar kita lulus ujian, kita harus belajar keras).
  2. In order they avoid traffic jam, many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening . Atau, In order that they avoid traffic jam, many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening. (Agar mereka terhindar dari kemacetan lalu lintas, banyak orang di Jakarta memutuskan untuk pulang kantor agak malam).
  3. In order he is able to support his family, he works very hard . Atau, In order that he is able to support his family, he works very hard . (Agar dia dapat mensuport keluarganya, dia bekerja sangat keras).

C. Penggunaan “in order + for object pronoun/noun + to”

Kedua pola di atas (A & B) dapat dimodifikasi menjadi :
Subject + verb + object + in order + for + object pronoun/noun + to + verb1 + object
In order + for + object pronoun/noun + to + verb1 + object, subject + verb + object
Contoh:
  1. We should study hard in order for us to pass the exam. (Kita harus belajar keras agar kita lulus ujian).
  2. Many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening in order for them to avoid traffic jam. (Banyak orang di Jakarta memutuskan untuk pulang kantor agak malam agar mereka terhindar dari kemacetan lalu lintas).
  3. He works very hard in order for him to be able to support his family. (Dia bekerja sangat keras agar dia dapat mensuport keluarganya).
Dengan menggunakan pola pada baris kedua, ketiga kalimat di atas dapat ditulis menjadi:
  1. In order for us to pass the exam, we should study hard . (Agar kita lulus ujian, kita harus belajar keras ).
  2. In order for them to avoid traffic jam, many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening . (Agar mereka terhindar dari kemacetan lalu lintas, banyak orang di Jakarta memutuskan untuk pulang kantor agak malam).
  3. In order for him to be able to support his family, he works very hard . (Agar dia dapat mensuport keluarganya, dia bekerja sangat keras ).

D. “In order to + verb1″ vs “to + verb1″

Apakah “in order” pada pola A dapat dihilangkan sehingga tinggal infinitive-nya saja?
Ya, bahkan penggunaan infinitive lebih sering digunakan. (Lihat Infinitives dan Penggunaannya).
Contoh:
  1. We should study hard to pass the exam. (Kita harus belajar keras agar lulus ujian).
  2. Many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening to avoid traffic jam. (Banyak orang di Jakarta memutuskan untuk pulang kantor agak malam untuk menghindari kemacetan lalu lintas).
  3. He works very hard to be able to support his family. (Dia bekerja sangat keras agar dapat mensuport keluarganya).
Jika infinitivenya diletakkan di depan, kalimatnya menjadi:
  1. To pass the exam, we should study hard . (Agar lulus ujian, kita harus belajar keras ).
  2. To avoid traffic jam, many people in Jakarta decide to leave their office late in the evening . (Untuk menghindari kemacetan lalu lintas, banyak orang di Jakarta memutuskan untuk pulang kantor agak malam).
  3. To be able to support his family, he works very hard . (Agar dapat mensuport keluarganya, dia bekerja sangat keras ).
So, tidak begitu sulit, bukan? Jika anda ingin tambahan contoh kalimat penggunaan in order to dan in order (that) dapat dibaca di topik Conjunctions dan Penggunaannya.
read more “Perbedaan penggunaan “in order to” dengan “in order (that)””
0

Penggunaan Kata depan OF

Kurnia Tompunu
OF merupakan salah satu preposition (kata depan) yang paling sering digunakan. OF dapat berarti daripada (atau sering kita singkat menjadi: dari) dan tentang (= about). Dalam beberapa hal, OF tidak perlu diterjemahkan.
Seperti halnya kata depan lainnya, OF selalu diikuti oleh noun. Tipe noun yang mengikuti OF dapat berupa uncountable noun (benda tak dapat dihitung), singular noun (benda tunggal) dan plural noun (benda jamak). Jika diikuti oleh verb, verb tersebut harus dalam bentuk gerund (verb+ing).
Penggunaan kata depan OF pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu:

A. Noun + OF + Noun yang difungsikan sebagai adjectives

Bahasa Inggris menggunakan hukum MD (menerangkan diterangkan). Artinya, adjective ditempatkan di depan noun yang diterangkannya. Jika adjective tersebut berupa noun, pola MD ini dapat dirubah menjadi DM (seperti halnya dalam bahasa Indonesia) dengan menggunakan preposition OF.
Misalnya:  the University of Indonesia, a house of two stories, the Island of a Thousand Temples, the Island of Paradise, dst.
Di sini, two stories, Indonesia, a Thousand Temples, dan Paradise adalah nouns yang difungsikan sebagai adjective. Noun ini berturut-turut menerangkan house, university, dan island.
Contoh:
  1. It’s hard to get accepted at the University of Indonesia. (Sulit untuk diterima di Universitas Indonesia).
  2. My brother just bought a house of two stories on Jalan Sudirman. (Kakakku baru saja membeli sebuah rumah berlantai/bertingkat dua di Jalan Sudirman).
  3. Foreign tourists refer Bali as “the Island of a Thousand Temples” or “the Island of Paradise”. (Turis asing menyebut Bali dengan nama “the Island of a Thousand Temples” atau “the Island of Paradise”).
OF tidak digunakan jika noun yang difungsikan sebagai adjective tersebut diletakkan di depan noun yang diterangkannya.  Mari kita bandingkan ketiga contoh  kalimat di atas dengan kalimat berikut:
  1. It’s hard to get accepted at Indonesia University. Note: dalam pola seperti ini, the tidak diperlukan. GRAMMATICALLY INCORRECT if we say : at the Indonesia University.
  2. My brother just bought a two-story house on Jalan Sudirman.
  3. Foreign tourists refer Bali Island as “A Thousand-Temple Island” or “A Paradise Island”.
Perhatikan: -es/-s pada stories dan thousand temples dihilangkan. Jika nouns yang difungsikan sebagai adjective diletakkan sebelum noun yang diterangkannya, noun tersebut selalu singular (tunggal), dan tidak pernah plural (jamak). GRAMMATICALLY INCORRECT if we say : a two stories house, a Thousand-Temples Island, dst. (Silakan baca kembali topik: Penggunaan nouns sebagai Adjectives).

B. Determiners + OF + nouns + verb

Misalnya: many of the cars, much of the furniture, a lot of those students, dst.
Expression (ungkapan) ini pada umumnya digunakan untuk menyatakan quantity (kuantitas) suatu benda.
Penggunaan OF pada ungkapan-ungkapan seperti ini kadang membingungkan karena terkait dengan:
  • tipe determiner (i.e. many, much, some, any,  a lot, several, a few, dst) yang digunakan.
  • tipe noun (i.e. uncountable vs singular vs plural noun, dan specific vs not specific noun) yang mengikuti OF.
  • perlu tidaknya digunakan OF.
  • tipe verb (i.e. singular vs plural verb) yang harus digunakan.
Beberapa determiner hanya dapat diikuti oleh plural noun, beberapa hanya dapat diikuti oleh uncountable noun, dan beberapa dapat diikuti oleh  keduanya (uncountable dan countable nouns). Determiner  juga berpengaruh terhadap  subject-verb agreement. Tetapi, dengan memahami rules (ketentuan-ketentuan) pada tabel berikut, anda akan aman.

1. Determiner + OF jika diikuti oleh specific plural noun.

Determiner (kolom pertama) + OF di tabel berikut diikuti oleh benda jamak yang spesifik.  Untuk menyatakan bahwa benda jamak tersebut specific, kita gunakan the, those, these,  possessive adjective (i.e. my, your, her, his, its, our, their), one’s (i.e. John’s, Rini’s, dst). Perhatikan determiner yang digunakan pada baris pertama dan baris kedua, karena ini terkait dengan tipe verb yang digunakan (i.e. plural vs singular verb, seperti ditunjjukkan pada kolom ke-5). Cara  membuat plural nouns (benda jamak) dapat dibaca di topik: Countable nouns.
Many
(A) few
A (great/large) number
Several
Both
of
the
those
these
possessive adjective
one’s
plural noun
plural verb
The number
One
Each
Every one
Either
Neither
of
the
those
these
possessive adjective
one’s
plural noun
singular verb
Contoh:
  • Many of those cars were made in Japan. (Banyak dari mobil-mobil itu dibuat di Jepang).
  • A few of those cars were made in Germany. (Beberapa dari mobil-mobil itu dibuat di Jerman).
  • A great number of those kinds of cars have been produced in Korea. (Banyak (sejumlah besar) dari mobil-mobil itu telah diproduksi di Korea).
  • Several of those cars were imported from the United States. (Beberara dari mobil-mobil itu diimpor dari USA).
  • Both of John’s cars are very expensive. (Dua-duanya dari mobil John itu sangat mahal).
  • The number of those cars is around five hundreds. (Jumlah dari mobil-mobil itu adalah sekitar 500).
  • One of those cars belongs to my boss. (Salah satu dari mobil-mobil adalah milik bosku).
  • Each of those cars has been maintained regularly. (Masing-masing dari mobil-mobil itu telah dirawat secara reguler).
  • Every one of those students has to take another exam. (Masing-masing dari siswa-siswa itu harus ikut ujian sekali lagi).
  • If either of those cars gets stolen, I will get fired. (Jika salah satu dari mobil-mobil itu tercuri, aku akan dipecat)
  • Neither of those cars is mine. (Tak satu pun dari mobil-mobil itu menjadi milikku).

2. Determiner + OF jika diikuti oleh specific uncountable noun.

OF di tabel berikut diikuti oleh uncountable noun yang spesifik.  Untuk menyatakan bahwa uncountable noun tersebut specific, kita gunakan the, that, this,  possessive adjective (i.e. my, your, her, his, its, our, their), one’s (i.e. John’s, Rini’s, dst). Perhatikan determiner yang digunakan pada baris pertama dan baris kedua, karena ini terkait dengan tipe verb yang digunakan (i.e. plural vs singular verb. Lihat kolom ke-5). Remember: verb yang tepat digunakan adalah singular verb.
Much
(A) little
A (large) amount
The amount
of
the
that
this
possessive adjective
one’s
uncountable noun
singular verb
Contoh:
  • Much of this furniture was made of wood. (Banyak dari furnitur ini dibuat dari kayu).
  • A little of that news was true. (Sedikit dari berita itu benar).
  • A large amount of his money has been stolen. (Sejumlah besar dari uangnnya telah dicuri).
  • The amount of his money is less than US $ 10,000 now. (Jumlah uangnya kurang dari 10 ribu dollar Amerika sekarang).
Note: Penggunaan much pada kalimat positif jarang digunakan. Yang lebih sering digunakan adalah a lotMuch umumnya digunakan untuk kalimat negatif dan kalimat tanya.

3. Determiner yang dapat diikuti oleh uncountable noun dan countable noun.

OF di tabel berikut diikuti oleh plural noun dan uncountable noun yang spesifik.  Determiner pada kedua baris adalah sama.  Perhatikan perbedaan tipe verb yang digunakan pada kedua baris.
All
Most
A lot
Some
Any
of
the
those
these
possessive adjective
one’s
countable noun
plural verb

All
Most
A lot
Some
Any
of
the
that
this
possessive adjective
one’s
uncountable noun
singular verb
Contoh:
  • All of those chairs were made in Jepara. (Semua dari kursi-kursi itu dibuat di Jepara).
  • Most of my books are out of date. (Kebanyakan dari buku-bukuku sudah kadaluwarsa (tua).
  • A lot of John’s ideas were great. (Ide-ide John banyak yang bagus)
  • Some of the richest men in the world are from Indonesia. (Beberapa dari orang-orang terkaya di dunia berasal dari Indonesia).
  • I don’t like any of those pictures. (Aku tidak suka beberapa dari foto itu)
  • All of that furniture was made in Jepara. (Semua dari furnitur itu dibuat di Jepara).
  • Most of my money has been spent out. (Kebanyakan dari uangku telah habis terbelanjakan).
  • A lot of John’s work was great. (Kerja John banyak yang bagus)
  • Some of the mud in Lapindo has been drained into the sea. (Beberapa dari lumpur di Laindo telah dialirkan ke laut).
  • Would you like any of that juice? (Apakah kamu mau (sedikit) dari jus itu).
Seperti kita lihat, semua noun pada contoh kalimat B.1 – B.3 adalah benda-benda yang spesifik. Dan untuk itu, kita gunakan preposition OF.

Apakah OF juga digunakan jika bendanya tidak spesifik?

Jawabannya adalah tidak. OF tidak digunakan jika nounnya tidak spesifik atau jika kita membicarakan sesuatu in general.
Perhatikan penggunaan OF dari tiap-tiap pasang kalimat berikut:
  • All of these chairs were made in Jepara. (Semua dari kursi-kursi itu dibuat di Jepara). Di kalimat ini, si pembicara hanya membicarakan semua kursi yang ada di situ (misalnya di Aula itu tempat dia bicara). Dia tidak membicarakan kursi-kursi yang ada di Pantai Kuta, yang ada di Jerman, yang ada di rumahnya, dst. (Spesifik)
  • All chairs are used for sitting. (Semua kursi digunakan untuk duduk). Di kalimat ini, si pembicara membicarakan semua kursi yang mungkin ada; Tidak hanya yang ada di aula itu, tetapi juga kursi-kursi yang ada di pantai Kuta, di Jerman, di rumahnya dst. (Tidak spesifik)
  • Most of these actresses are pretty. (Spesifik)
  • Most actresses are pretty. (Tidak spesifik)
  • Some of these math problems are very difficult to solve. (Spesifik)
  • Some math problems are very difficult to solve. (Tidak spesifik)
Jika diikuti oleh benda yang tidak spesifik, determiner berikut hanya diikuti oleh singular noun (bandingkan dengan pola di B.1):
Each
Every
singular noun
singular verb
Contoh:
  • Each person has one role. (Tiap orang punya peranan). INCORRECT JIKA: Each persons has one role.
  • Every second counts. (Tiap detik berarti/bernilai). INCORRECT JIKA: Every seconds counts.
  • Everything looks great now. INCORRECT JIKA: Everythings look great now.
  • Everyone has gone. INCORRECT JIKA: Everyones have gone.
  • Everybody is invited to my party. INCORRECT JIKA: Everybodies are invited to my party.
Note: Pola ini sudah dibahas pada topik: Words always followed by singular verbs.

Penggunaan OF yang optional

Jika ALL dan BOTH diikuti oleh specific nouns, penggunaan OF adalah optional (bisa digunakan bisa juga tidak, dan dua-duanya benar).
  • All of the students in my class are smart.
  • All the students in my class are smart.
  • All of those books are mine.
  • All those books are mine.
  • I know both of those men.
  • I know both those men.
  • Both of those boys are trying hard to get Susan’s attention.
  • Both those boys are trying hard to get Susan’s attention.

C. Verb + OF

Beberap verb sering digunakan bersamaan dengan OF. OF setelah verb pada umumnya dapat digantikan dengan ABOUT. (Baca topic : Preposition part 2).(Baca topic : Preposition part 2). Verbs + OF yang sering digunakan baik dalam speaking maupun writing antara lain:
  • think of = think about
  • discuss of = discuss about
  • talk of = talk about
  • dream of = dream about
  • approve of
  • worry of =worry about
  • consist of
Contoh:
  • I am thinking of mastering English more seriously. (Aku sedang mikir-mikir untuk memperdalam bahasa Inggris dengan lebih serius).
  • We discussed of our plan last night. (Kami mendiskusikan rencana kami tadi malam).
  • I don’t want to talk of it. (Aku tidak mau membicarakan tentang hal itu).
  • Through hard work, you will accomplish what you have dreamed of. (Dengan kerja keras, kamu akan mencapai apa yang telah kamu cita-citakan).
  • Have your parents approved of your getting married? (Apakah orang tua kamu sudah menyetujui tentang perkawinan yang akan kamu laksanakan?)
  • She always worries of her son’s attitude. (Dia selalu mencemaskan prilaku anaknya).
  • The book consists of ten chapters. (Buku itu terdiri dari (mengandung) 10 Bab).

D. Noun + OF

Noun + OF yang sering digunakan antara lain:
  • choice of
  • intention of
  • method of = method for
  • possibility of
Contoh:
  • The choice of being either a master in English language or not is all in your own hand. (Pilihan untuk menjadi master dalam bahasa Inggris atau tidak semuanya  ada pada diri kamu sendiri).
  • Despite their divorce, they have no intention of not taking care of their children together. (Walaupun mereka cerai, mereka tidak punya maksud untuk tidak merawat anak merela bersama-sama).
  • I wish I had a better method of teaching English. (Aku berharap aku punya sebuah metode yang lebih baik  dalam mengajar bahasa Imggris).
  • There is a possibility of increasing our salary, isn’t there? (Ada sebuah peluang untuk menaikkan gaji kami, bukan?)

E. Adjective + OF

Adjective + OF yang sering digunakan antara lain:
  • afraid of
  • worried of
  • capable of
  • fond of
  • tired of
Contoh:
  • Many people are afraid of dogs.
  • I was worried of you so much.
  • If you continue practicing your English, you will be capable of speaking English well. (Jika kamu terus melatih bahasa Inggris kamu, kamu akan dapat berbicara dalam bahasa Inggris dengan baik).
  • Although Mbah Surip’s Tak Gendong is not extraordinary, many people are fond of listening to it. (Walaupun lagu Tak Gendongnya Mbah Surip tidak luar biasa (bagus), banyak orang suka mendengarkan lagu itu).
  • Shut the fuck up! I am tired of your nonsense. (Tutup mulutmu! Aku capek dengarkan omong kosongmu).
read more “Penggunaan Kata depan OF”
0

Penggunaan DO, DOES, DID, dan DONE

Kurnia Tompunu
Penggunaan kata DO kadang membingungkan karena selain sebagai kata kerja (verb) juga dapat sebagai kata bantu yang digunakan dalam kalimat tanya (interrogative) dan kalimat negatif (negative form), dan kadang-kadang dalam kalimat positif.

1. Penggunaan DO/DOES

a. Sebagai kata kerja.

DO tergolong kata kerja tidak beraturan (irregular verb) yang artinya mengerjakan atau  melakukan atau menyelesaikan. Bentuk verb2 dan verb3-nya berturut-turut adalah DID, dan DONE.
DO digunakan pada kalimat simple present tense jika subject-nya plural. Plural subject yang dimaksud adalah I, we, you, they, dan nouns yang dapat digantikan dengan I, we, you, atau they.
Contoh:
  1. I do my homework everyday. (Aku mengerjakan PRku tiap hari).
  2. We do house cleaning every other day. (Kami mengerjakan pembersihan rumah tiap dua hari sekali). Lebih enak diterjemahkan: Kami membersihkan rumah dua hari sekali).
  3. You do that and I will do this. (Kamu kerjakan itu dan aku akan kerjakan ini).
  4. They do their homework every week. (Mereka mengerjakan PRnya tiap minggu).
  5. Ani and Anggi do their homework every Friday night. (Ani dan Anggi mengerjakan PRnya tiap Jumat malam = malam Sabtu). Digunakan DO karena Ani dan Anggi dapat digantikan dengan pronoun they.
DOES adalah bentuk singular dari verb1 DO. DOES digunakan pada kalimat present tense jika subjectnya  singular. Yang dimasud dengan singular subject adalah he, she, it dan nouns yang dapat digantikan dengan he, she atau it.
Contoh:
  1. He does his homework everyday. (Dia mengerjakan PRnya tiap hari).
  2. She does house cleaning every other day. (Dia mengerjakan pembersihan rumah tiap dua hari sekali).
  3. Andi always does a great job. (Andi selalu mengerjakan perkerjaannya dengan sangat baik). Digunakan DOES karena Andi dapat diganti dengan pronoun he.
  4. My little sister does the dishes everyday. (Adikku (cewek) membersihkan piring-piring (dan alat makan lainnya) tiap hari).
  5. The washing machine is good. It does the washing very well. (Mesin cuci itu bagus.  Mesin cuci itu melakukan pencucian dengan  sangat baik= Mesin cuci itu  membersihkan pakain-pakain dengan sangat baik).
Selain dapat digunakan dalam simple present tense, DO juga dapat digunakan dalam kalimat simple future tense (membentuk verb phrase WILL DO, IS/AM/ARE GOING TO DO) dan past future tense (membentuk verb phrase WOULD DO, WAS/WERE GOING TO DO).  Dalam hal ini, DOES tidak dapat digunakan.
Contoh:
  1. He will do his homework tomorrow. (Dia akan mengerjakan PRnya besok).
  2. She would do the house cleaning yesterday but she didn’t. (Dia akan mengerjakan pembersihan rumah kemarin tetapi tidak jadi).
  3. My little sister is going to do the dishes in an hour. (Adikku (cewek) akan membersihkan piring-piring (dan alat makan lainnya) lagi satu jam lagi).
  4. The washing machine is good. It will do the washing very well. (Mesin cuci itu bagus.  Dia akan membersihkan pakaian-pakaian dengan baik).
  5. They were going to do the math problems last night.  For an unknown reason, they didn’t. (Mereka akan mengerjakan soal-soal matematika tadi malam. Karena alasan yang tidak diketahui, mereka tidak jadi).

b. Sebagai kata bantu

Sebagai kata bantu, DO dan DOES umumnya digunakan pada kalimat negatif dan kalimat  tanya dalam pola simple present tense, dan jika kalimat tersebut menggunakan kata kerja. DO digunakan jika subjectnya plural, sedangkan DOES digunakan jika subjectnya singular.
  • I/we/you/they + DO + not + verb1 + …
  • He/she/it + DOES + not + verb1 + …
  • DO + I/we/you/they + verb1 + …?
  • DOES + he/she/it + verb1 + …?
Contoh:
  1. He doesn’t do his homework everyday. (Dia tidak mengerjakan PRnya tiap hari). Di kalimat ini, does adalah kata bantu, sedangkan do adalah verb1.
  2. She doesn’t do house cleaning every other day. (Dia tidak mengerjakan pembersihan rumah tiap dua hari sekali).
  3. Andi doesn’t always do a great job. (Andi tidak selalu mengerjakan perkerjaannya dengan sangat baik).
  4. My little sister doesn’t do  the dishes everyday. (Adikku (cewek) tidak membersihkan piring-piring (dan alat makan lainnya) tiap hari).
  5. The washing machine isn’t good. It doesn’t do the washing well. (Mesin cuci itu tidak baik.  Mesin cuci itu tidak membersihkan pakaian-pakaian dengan baik).
  6. Do you go to school everyday? (Apakah kamu pergi ke sekolah tiap hari?)
  7. Does Amy want to meet me? (Apakah Amy ingin ketemu aku?).
  8. Do they play badminton every night? (Apakah mereka main bulutangkis tiap malam?).
  9. Do you love him? (Apakah kamu mencintainya?).
  10. Does that man have a lot of money? (Apakah cowok itu punya banyak uang?)
Kadang-kadang kata bantu DO dan DOES digunakan pada kalimat positif, khususnya ketika menjawab pertanyaan. Penggunaan kata bantu ini dimasudkan untuk mengeraskan arti atau memberi penekanan.
Pola kalimatnya adalah:
  • I/we/you/they + DO + verb1 + …
  • He/she/it + DOES + verb1 + …
Contoh berikut adalah jawaban dalam bentuk kalimat positif terhadap contoh kalimat tanya 6 -10 di atas:
  1. Yes, I DO go to school everyday. (Ya, aku memang/betul pergi ke sekolah tiap hari).
  2. Yes, Amy DOES want to meet you. (Ya, Amy memang ingin ketemu kamu).
  3. Yes, they DO play badminton every night. (Ya, mereka memang main bulutangkis tiap malam).
  4. Yes, I DO love him. (Ya, aku memang mencintainya).
  5. Yes, he DOES have a lot of money. (Ya, cowok itu memang punya banyak uang).

2. Penggunaan DID

a. Sebagai kata kerja

Kata kerja DID hanya dapat digunakan pada kalimat simple past tense. Bentuknya tetap DID walaupun subjectnya singular maupun plural.
  • Subject + DID + …
Contoh:
  1. He did his homework yesterday. (Dia mengerjakan PRnya kemarin).
  2. She did house cleaning two days ago. (Dia mengerjakan pembersihan rumah dua hari yang lalu).
  3. Andi did a great job. (Andi mengerjakan perkerjaannya dengan sangat baik).
  4. My little sister did the dishes a few minutes ago. (Adikku (cewek) membersihkan piring-piring (dan alat makan lainnya) beberapa menit yang lalu).
  5. My mom did the ironing for me last night. (Ibuku menyeterika pakaianku tadi malam).

b. Sebagai kata bantu

Kata bantu DID umumnya digunakan pada kalimat negatif dan kalimat tanya pada simple past tense.
  • Subject + DID + not + verb1 + …
  • DID + subject + verb1 + …?
Contoh:
  1. He didn’t do his homework yesterday. (Dia tidak mengerjakan PRnya kemarin).
  2. She didn’t do house cleaning last Saturday. (Dia tidak mengerjakan pembersihan rumah hari Sabtu lalu).
  3. Andi didn’t do a great job. (Andi tidak mengerjakan perkerjaannya dengan baik).
  4. My little sister didn’t do  the dishes this morning. (Adikku (cewek) tidak membersihkan piring-piring (dan alat makan lainnya) tadi pagi).
  5. The washing machine isn’t good. It didn’t do the washing well. (Mesin cuci itu tidak baik.  Mesin cuci itu tidak membersihkan pakaian-pakaian dengan baik).
  6. Did you go to school last Friday? (Apakah kamu ke sekolah hari Jumat lalu?)
  7. Did Amy want to meet me? (Apakah Amy ingin ketemu aku?).
  8. Did they play badminton last night? (Apakah mereka main bulutangkis tadi malam?).
  9. Did you love him? (Apakah dulu kamu mencintainya?).
  10. Did that man have a lot of money? (Apakah dulu cowok itu punya banyak uang?)
Seperti halnya kata bantu DO dan DOES, kadang-kadang kata bantu DID juga digunakan pada kalimat positif, khususnya ketika menjawab pertanyaan. Tujuanya sama yaitu untuk mengeraskan arti atau memberi penekanan.
Pola kalimatnya adalah:
Subject + DID  + verb1 + ….
Contoh berikut adalah jawaban dalam bentuk kalimat positif terhadap contoh kalimat tanya 2.b: 6 -10 di atas:
  1. Yes, I DID go to school last Friday. (Ya, aku memang/betul ke sekolah hari Jumat lalu).
  2. Yes, Amy DID want to meet you. (Ya, Amy memang ingin ketemu kamu).
  3. Yes, they DID play badminton last night. (Ya, mereka memang main bulutangkis tadi malam).
  4. Yes, I DID love him. (Ya, dulu aku memang mencintainya).
  5. Yes, he DID have a lot of money before. (Ya,  dulu cowok itu memang punya banyak uang).

3. Penggunaan DONE

a. Sebagai kata kerja
Done adalah bentuk verb3 dari DO. Done digunakan pada kalimat-kalimat yang  menggunakan present perfect tense, past perfect tense, future perfect tense, dan past future perfect tense, baik pada kalimat positif, negatif, maupun kalimat tanya.
  • Subject + have/has + DONE + …
  • Subject + had + DONE + …
  • Subject + will have + DONE + …
  • Subject + would have + DONE + …
Contoh:
  1. He has done his homework. (Dia telah mengerjakan PRnya).
  2. She has done the house cleaning. (Dia telah mengerjakan pembersihan rumah).
  3. Andi has done a great job. (Andi teal mengerjakan perkerjaannya dengan sangat baik).
  4. My little sister had done  the dishes before my mother arrived home. (Adikku (cewek) telah (selesai) membersihkan piring-piring (dan alat makan lainnya) sebelum ibuku tiba di rumah).
  5. The washing machine had done the washing very well before it was out of order last week . (Mesin cuci itu telah membersihkan pakaian-pakaian dengan sangat baik sebelum rusak minggu lalu).
  6. This homework will have been done by 5 p.m. (PR ini akan telah terselesaikan sebelum jam 5).
  7. He  shouldn’t have done it. (Dia semestinya telah tidak melakukannya).
  8. I agree. If I were he, I wouldn’t have done it. (Aku sependapat. Jika aku adalah dia, aku tidak akan melakukannya).
  9. Have you done your homework yet? (Apakah kamu telah mengerjakan PRmu?).
  10. Yes, I have done it. (Ya, aku telah mengerjakannya).
Selain pada kalimat aktif, DONE dapat digunakan pada kalimat pasif (passive voice) pada semua tensis.
  • Subject + to be + DONE + …
Contoh:
  1. The work has been done by a professional. (Pekerjaan itu telah dikerjakan oleh seorang profesional).
  2. The dishes are being done by my sister.  (Piring-piring (kotor) itu sedang dibersihkan/dicuci oleh adikku).
  3. It will be done soon. (Itu akan segera dikerjakan).

b. Sebagai adjective

Seperti halnya verb3 lainnya, DONE juga dapat digunakan sebagai adjective.
Contoh:
  1. I really want to get this done ASAP. (Aku sangat ingin hal ini terselesaikan secepat mungkin. ASAP = as soon as possible).
  2. How would you like your steak sir: raw, medium or well done? (Steak yang bagaimana yang tuan pesan; belum mateng benar, sedang-sedang, atau mateng betul?).
  3. I am done.
read more “Penggunaan DO, DOES, DID, dan DONE”
0

Penggunaan Awake, Awoke dan Awaken

Kurnia Tompunu
Kata kerja “awake, awoke dan awaken adalah irregular verb yang artinya: terbangun/terjaga/tersadar, dibangunkan, bangkit.
Contoh:
  • My newly born son always awakes in the middle of the night. (Putraku yang baru lahir selalu terjaga/terbangun di tengah malam). Verb1.
  • My friend awoke from the mistakes he had done to his family. (Temanku tersadar dari kesalahan-kesalahan yang dia telah lakukan kepada keluarganya). verb2.
  • Last night I was awaken by a loud noise coming from my kitchen. (Tadi malam aku dibangunkan oleh sebuah suara keras yang datang dari dapurku). Verb3. Kalimat pasif dalam simple past tense.
read more “Penggunaan Awake, Awoke dan Awaken”
 
Copyright 2010 About English